Langsung ke konten utama

Semangat Sukanto Tanoto Menggerakkan RGE

Pengusaha Sukanto tanoto
Sumber Gbr: http://www.rgei.com/about/our-leadership

Pemimpin yang baik tidak akan berdiam diri dan berpangku tangan. Mereka justru aktif dalam menggerakkan timnya supaya mencapai tujuan. Sikap itu dipraktikkan secara nyata oleh Sukanto Tanoto di dalam Royal Golden Eagle (RGE). Energi besar dan semangat tinggi tetap dimiliki oleh Sukanto Tanoto. Pria kelahiran 25 Desember 1949 ini masih energik seperti sejak pertama kali mendirikan RGE pada 1973.

Semangat itu tergambar dari sejumlah langkah yang diambil Sukanto Tanoto. Sebagai Chairman RGE, ia tidak pernah lelah mengejar petualangan bisnis baru meski usianya tidak lagi muda. Lihat saja, belakangan Sukanto Tanoto malah berambisi menerjuni dunia baru, yakni pengembangan energi.

Dalam wawancara dengan Globe Asia pada 2015, Sukanto Tanoto mengaku bermimpi bisa bersaing dengan perusahaan besar dalam bisnis energi. Pernyataan tersebut dikeluarkannya seiring dengan upaya anak perusahaan RGE di Kanada, Pacific Oil & Gas, untuk menyalurkan Liquefied Natural Gas (LNG) ke pasar Asia Pasifik.

"Saya sekarang bermimpi membangun pabrik LNG di Kanada supaya bisa menjadi perusahaan pertama yang berhasil mengekspor LNG dari sana" ujar pria kelahiran Belawan ini. Saat ini, proses pembangunan tengah berjalan. Namun, RGE telah berhasil mendapatkan izin sehingga dalam beberapa waktu ke depan, impian Sukanto Tanoto bisa menjadi kenyataan.

Hal itu merupakan contoh semangat tinggi yang dimiliki Sukanto Tanoto. Namun, kalau mengenalnya, langkah ini tidaklah aneh. Dari dulu Sukanto Tanoto tidak pernah kehilangan energi dalam mencoba sesuatu yang baru. Jika tidak, mana mungkin ia menjadi pionir sejumlah industri besar di Indonesia?

Lihat saja industri kelapa sawit. Sukanto Tanoto termasuk pihak yang sudah menerjuninya ketika belum banyak orang di Indonesia menekuni. Pada era 1970-an, ia tergerak sesudah melihat perkebunan kelapa sawit di Malaysia. Sukanto Tanoto merasa kebun serupa bisa dibuatnya di Indonesia. Lagi pula kondisi iklim dan tanah di negeri kita tak jauh berbeda dibanding Malaysia. Bahkan, ada daya tarik lain berupa pasar di Indonesia yang jauh lebih besar.

Benar saja, putusan menekuni bisnis kelapa sawit membuat Sukanto Tanoto meraih kesuksesan. Dengan nama awal Raja Garuda Mas, ia berhasil merintis bisnis RGE yang kian variatif hingga kini. Namun, bukan Sukanto Tanoto kalau sudah puas dengan satu keberhasilan. Sukses di industri kelapa sawit membuatnya mencari tantangan baru. Sesudah pergi ke Finlandia, ia tergerak untuk mengembangkan bisnis pulp and paper.

Menurut perhitungannya, bisnis pulp and paper akan sangat pas diterapkan di Indonesia. Iklim tropis akan membuat pohon cepat dipanen sehingga ini menjadi keunggulan kompetitif Indonesia dalam industri tersebut. Sebagai perbandingan, di kawasan empat musim, butuh puluhan tahun untuk bisa memanen pohon yang menjadi bahan baku.

Kalkulasi Sukanto Tanoto kembali terbukti tepat. Bisnis pulp and paper menjadi salah satu pilar utama Royal Golden eagle. Bahkan, anak perusahaan RGE tercatat sebagai pemain besar di dunia dalam industri tersebut. Akibatnya, perubahan drastis sudah terjadi di tubuh Royal Golden Eagle. Sejak pertama kali berdiri dengan nama Raja Garuda Mas hingga kini, asetnya telah berkembang sedemikian besar. Sekarang RGE ditaksir punya aset senilai 18 miliar dollar AS.

Bukan hanya itu, dengan cabang dan daerah operasi di Malaysia, Filipina, Singapura, Tiongkok, Brasil, Kanada, hingga Finlandia, RGE membuka banyak kesempatan kerja. Tercatat ada sekitar 60 orang karyawan yang bekerja di Royal Golden Eagle. Semua kesuksesan itu bisa saja membuat Sukanto Tanoto tidak bersemangat lagi. Maklum saja, segala pencapaian dalam dunia bisnis telah diraihnya. Namun, dia ternyata tidak seperti itu. Ia masih bergairah mengembangkan RGE.

"Saya memulai dari nol, dari dasar. Saya tidak pernah menyangka akan memiliki bisnis dalam skala global, namun saya selalu bermimpi melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih besar" paparnya.

Memberi Manfaat Kepada Negara

sukanto tanoto pakai baju batik
Sumber Gbr: http://www.sukantotanoto.net/
Semangat yang dimiliki Sukanto Tanoto mengundang kekaguman berbagai pihak. Putera bungsunya, Anderson Tanoto, mengaku terinspirasi melihat spirit kerja keras yang dimilikinya. "Hal yang paling memukau saya adalah semangat yang masih menggerakkannya. Sudah lebih dari 50 tahun berbisnis, namun semangat yang sama dengan dulu ketika pertama kali terjun masih dimiliki," ujar Anderson Tanoto.

Spirit itu membuat anak-anak Sukanto Tanoto jadi ikut bersemangat. Mereka bergairah untuk membesarkan Royal Golden Eagle seperti yang dilakukan ayahnya. Namun, meski tetap berambisi membuat RGE berkembang, Sukanto Tanoto memiliki asa lain. Ia tak hanya mengejar profit belaka. Justru sebaliknya, seiring dengan perkembangan Royal Golden Eagle, ia semakin ingin memberi kontribusi positif kepada pihak lain.

Secara khusus, Sukanto Tanoto ingin Royal Golden Eagle bisa mendorong kemajuan di Indonesia. "Saya menginginkan keberlanjutan dan saya tidak bisa melakukan semuanya sendirian. Tugas utama saya kini menjaga kelangsungan perusahaan dan memastikannya bermanfaat baik untuk negara" katanya.

Sukanto Tanoto kemudian menjabarkan harapannya secara nyata dalam prinsip kerja RGE yang dinamai 5C. Dalam arahan kerja tersebut, Sukanto Tanoto ingin Royal Golden Eagle berguna bagi internal perusahaan sendiri, konsumennya, masyarakat, negara, hingga berbuat langkah nyata dalam menjaga alam.

Pesan itu ditangkap segenap pihak di RGE sebagai ajakan untuk ikut peduli terhadap masyarakat di sekitarnya dan negara. Maka, mereka berlomba-lomba menggelar kegiatan untuk memajukan lingkungan dan bangsa. Salah satu wadahnya adalah melalui community development. Dalam kegiatan tersebut, RGE melakukan berbagai jenis pemberdayaan masyarakat. Mereka mengajari para petani cara beternak maupun mengelola pertanian yang baik. Selain itu, ada pula anggota masyarakat yang diajak sebagai mitra bisnis binaan. Semua masih dilengkapi dengan sumbangan infrastruktur untuk memajukan sebuah kawasan.

"Jika tidak peduli terhadap masyarakat, begitu pula dengan negara, bisnis tidak bisa bertahan dan terus berlanjut. Itu saja, sederhana sekali" ujar Anderson Tanoto tentang beragam langkah yang dilakukan RGE untuk memajukan negara dan rakyatnya. RGE telah menjadikan arahan Sukanto Tanoto dalam prinsip 5C sebagai bagian dari operasi perusahaan. Hal itu bukan sekadar aksi Corporate Social Responsibility (CSR) belaka. Namun, upaya memastikan langkah perusahaan berguna bagi pihak lain sudah melekat dalam kegiatan keseharian Royal Golden Eagle.

Ini yang membuat banyak pihak bangga bisa bergabung dengan RGE. Salah satunya adalah Vice Chairman RGE, Bey Soo Khiang. Ia mengaku merasa beruntung bisa berada di Royal Golden Eagle.
"Hal yang saya sukai dari perusahaan ini adalah mereka membawa nilai-nilai hidup sebagai dasar kerja perusahaan. Itu tidak hanya dibicarakan, menjadi bahan diskusi, atau sekadar digantung di dinding, namun dipraktikkan secara nyata dalam bisnis itu sendiri"
paparnya.

Impian Sukanto Tanoto amat besar. Ia rupanya ingin menghapuskan kemiskinan dari Indonesia. Oleh karena itu, sebisa mungkin, ia berbuat sesuatu untuk menghilangkan segala sesuatu yang menjadi penghalang seseorang untuk berkembang. Royal Golden Eagle yang didirikannya merupakan salah satu jalannya. Ia akan terus memajukan Indonesia dan menghilangkan kemiskinan di sana dengan bersemangat seperti biasanya.

Komentar