Berita terkini dan terbaru dengan topik menarik seperti gadget ekonomi politik olahraga serta tips trik lainnya


Senin, 24 Oktober 2016

Langkah Dasar Memanfaatkan Flash Kamera Eksternal dan Internal

Lampu flash merupakan bagian dari kamera yang penting dalam fotografi, terutama di situasi gelap, saat cahaya terlalu sedikit. Jenisnya sendiri ada 2, yaitu blitz built-in di kamera, dan eksternal. Keduanya memberikan hasil yang berbeda, dengan lampu blitz eksternal menjadi pilihan utama. Pada perkembangannya, lampu blitz dipakai untuk lebih dari sekedar menerangi obyek, dan telah menjadi seni tersendiri.

Berhubung lampu blitz ini dipakai untuk menerangi obyek, tak mengherankan jika lampu ini sering digunakan di dalam ruangan. Supaya bisa menghasilkan gambar yang baik, ini yang harus dilakukan:

flash kamera

1. Ambil jarak dari obyek foto (2-3 meter), terutama ketika posisi blitz tegak lurus. Blitz GN 20 misalnya, sudah cukup untuk menghasilkan foto yang jelas.
2. Untuk mendapatkan hasil gambar bagus, kombinasikan lampu blitz dengan kecepatan slow shutter. Gambar yang dihasilkan lebih indah, dan mampu menangkap cahaya di belakang obyek.
3. Hindari efek adanya red eye dengan menggunakan red eye reduction atau pre-flash. Atau jika tidak ada, sedapat mungkin cari angle yang membuat lampu blitz tak langsung kena mata.
4. Jangan memotret ketika berhadapan langsung dengan sumber cahaya, kecuali Anda ingin melakukan siluet. Manfaatkan fasilitas fill-in jika ingin obyek terlihat.

Meski identik dengan penggunaan di dalam ruangan, bukan berarti flash hanya eksklusif digunakan indoor saja. Anda juga bisa melakukannya di outdoor dalam kondisi:

1. Saat obyek membelakangi matahari
Kamera akan menangkap obyek under-exposure lantaran meterannya mengira suasana sudah cukup terang. Di sini, lampu blitz bisa dipakai untuk fill in agar obyek terlihat lebih jelas.

2. Daerah berbayang/mendung
Ketika obyek ada di bawah bayang-bayang, hasil foto akan terlihat tidak seimbang karena gradasi bayangan yang berbeda. Blitz akan memberikan pencahayaan yang merata di seluruh obyek.

3. Langit biru
Menggunakan fill in blitz dan metering di langit akan menghasilkan foto langit biru dan obyek yang pencahayaannya merata.

4. Matahari di atas
Membuat adanya bayangan di bagian bawah hidung dan dagu, yang bisa dihilangkan atau dilembutkan dengan blitz.

Meski kebanyakan fotografer tidak akan merekomendasikan lampu blitz built-in, adakalanya itu satu-satunya pilihan. Supaya hasilnya bagus, Anda bisa:

- Mendekat ke obyek sejauh 2-3 meter, agar bisa mendapatkan gambar yang bagus.
- Pakai diffuser dengan kertas yang direkatkan persis di depan blitz, sehingga bisa memantulkan cahaya.
- Fill-in, untuk mengisi detail obyek yang jadi gelap di saat latar belakang terlalu cerah.

Jika Anda masih pemula dalam menggunakan flash pada kamera, sebaiknya Anda melakukan latihan terlebih dahulu dan bereksperimen. Jangan ragu untuk mencoba blitz built-in yang ada di kamera dan mengaturnya sampai Anda menemukan kondisi yang pas untuk menghasilkan foto yang baik. Silahkan bermain-main dengan setting yang ada di dalamnya, dan lihatlah hasilnya.


www.sebats.com