Langsung ke konten utama

Pangkalan Bun, Kota Asyik di Sepanjang Sungai Arut

Pangkalan Bun yang berada di wilayah propinsi Kalimantan Tengah tiba-tiba banyak disebut orang saat kota ini dijadikan posko SAR saat peristiwa jatuhnya pesawat AirAsia. Sebelum itu memang kota Pangkalan Bun tak banyak dikenal publik meski sektor wisata yang dimilikinya sangat menarik untuk dikunjungi. Banyak hal bisa didatangi saat berada Pangkalan Bun.

Bukti sejarah menunjukkan bahwa kota Pangkalan Bun adalah tempat perdana dilakukan terjun payung di Indonesia. Sementara untuk wisata sejumlah destinasi menarik bisa dikunjungi para wisatawan. Pangkalan Bun berada di tepi Sungai Arut dengan luas wilayah mencapai 10.759 Km2. Ada sebuah cerita yang berkembang sejak dari zaman dulu bahwa siapa saja yang meminum air yang diambil dari Sungai Arut maka suatu saat tentu akan datang lagi ke kota ini.

Wilayah kota kecil ini di masa lalu tepatnyan antara tahun 1811 hingga 1814 berada di bawah kedaulatan Kesultanan Kutaringin dengan rajanya Sultan Imanudin. Sisa-sisa kejayaan kesultanan ini masih bisa dilihat para pengunjung di Istana Kuning yang berdiri di pusat kota Pangkalan Bun. Bangunan Istana Kuning tepatnya berada di Jalan Pangeran Antasari. Saat memasuki istana ini para pengunjung bisa menjumpai bermacam peninggalan zaman kerajaan yang masih terawat dengan baik. Saat ini bangunan Istana Kuning sendiri sudah berubah fungsinya dan cuma menjadi tempat sanggar tari tradisional. Meskipun demikian Istana Kuning masih tetap menampakkan kemegahannya untuk dijadikan destinasi wisata.

Pangkalan Bun

Kota Pangkalan Bun pun dijadikan sebagai pilihan pintu masuk para pelancong yang akan berwisata ke Taman Nasional Tanjung Puting. Seorang dokter dari luar yaitu Birute Galdinas di tahun 1973 silam pun membuka “Orangutan Care Center Quarantie (OCCQ) tepatnya di tepi Sungai Sekonyer. Kawasan Camp Leakey yang berada kurang lebih 48 km dari kota Pangkalan Bun adalah lokasi perlindungan orang utan yang dibentuk oleh dokter Birute ini. Langkah mulia dokter Birute ini mendapat support penuh dari Orangutan Foundation International. Camp Leakey sendiri berada di dalam kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Hal menarik lain dari Pangkalan Bun yakni sebagai titik penerjunan pertama kali tentara Indonesia saat mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Untuk ini pengunjung bisa datang ke Monumen Palagan Sambi. Di sana mereka bisa membaca catatan sejarah persisnya kejadian itu termasuk pesawat terbang yang digunakan. Pilihan lain wisata di Pangkalan Bun adalah Bundaran Pancasila. Bundaran Pancasila bisa dikatakan Bundaran HI bila di Jakarta. Saat malam menjelang kawasan ini adalah pilihan utama lokasi nongkrong muda-mudi Pangkalan Bun.

Bagi para wisatawan yang hobi makan durian, kota Pangkalan Bun pun memiliki andalan durian lokal yang dinamakan dengan Lay. Kecuali rasanya yang tak kalah lezat dibanding durian bangkok, warna daging buahnya pun menggoda untuk segera dinikmati. Jika hendak mengelilingi kota Pangkalan Bun, pilihan sarana angkutan paling pas yakni lewat sungai. Pangkalan Bun yang berdiri di sepanjang tepian Sungai Arut menjadikan kota yang satu ini cukup nyaman jika ditelusuri dengan jenis perahu klotok.

Udara di atmosfer kota Pangkalan Bun cenderung bersifat lembab sebagai kawasan hutan hujan tropis. Para wisatawan bisa mengunjungi kota ini di bulan Juni hingga Oktober untuk mendapatkan pengalaman terbaik saat musim kemarau. Para calon wisatawan yang akan ke Pangkalan Bun menggunakan transportasi udara juga bisa sebab di sana ada Bandara Iskandar. Bandara ini melayani penerbangan komersil dari dan ke sejumlah kota besar seperti Jakarta, Semarang, Surabaya dan pastinya berbagai kota di pulau Kalimantan.

Komentar