Berita terkini dan terbaru dengan topik menarik seperti gadget ekonomi politik olahraga serta tips trik lainnya


Senin, 18 Juli 2016

Menikmati Asrinya Hutan Pinus di Dago Pakar Bandung

Berlibur ke kota Bandung sepertinya tak begitu sempurna jika tak mencoba bermacam kuliner khas nan lezat. Kawasan yang sering disambangi para wisatawan salah satunya ialah Dago Pakar. Di sana tersedia berbagai pilihan rumah makan dengan andalan menunya masing-masing. Sekarang ini daerah Dago Pakar memang mulai dijadikan sebagai destinasi utama saat ke Bandung terutama dalam hal kuliner. Namun yang utama tetap pemandangan alamnya yang benar-benar cantik. Kawasannya sangat rindang sebab berada di dalam kawasan perkebunan pinus dengan banyak pohon besar. Hawanya cukup sejuk yang mampu membuat segar tubuh.

Dago Pakar adalah kawasan taman hutan raya (Tahura) pertama di Indonesia yang diresmikan oleh presiden Suharto waktu itu. Kawasan wisata alam ini lebih asyik dinikmati jika para wisatawan melakukannya dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak sepanjang sekitar 7 km yang membelah taman hutan. Di sepanjang perjalanan para pelancong akan disuguhi panorama memukau berupa pohon-pohon rindang yang menjulang tinggi memberikan keteduhan dan juga udara sejuk dan bersih yang akan menyehatkan organ pernafasan.

Hutan Pinus di Dago Pakar Bandung

Pengunjung yang hendak memasuki Taman Hutan Raya Dago Pakar ini harus membayar karcis masuk Rp.10 ribu. Sedangkan untuk turis mancanegara akan dipungut biaya Rp.75. ribu. Kecuali untuk lokasi wisata, kawasan hutan yang satu ini kerap pula dimanfaatkan menjadi lokasi sempurna pengambilan foto-foto komersial dan juga sebagai background pengambilan foto prewedding. Bila pengunjung akan menggunakannya sebagai tempat pengambilan foto untuk tujuan tadi maka di harsukan membayar ongkos tambahan Rp.200 ribu.

Baca juga: Saat ke Pengalengan Jangan Lupa Ke 3 Tempat Wisata Ini


Membahas Dago Pakar tentu tak bisa dilepaskan dari daerah wisata Maribaya sebagai sambungannya yang juga menyuguhkan panorama begitu mempesona dengan ditemukannya air terjun cantik dan pemandian air panas yang sangat menyehatkan. Wisatawan yang hendak berkunjung ke Dago Pakar tentu sayang jika tak mencantumkan Maribaya sebagai salah satu daftar kunjungan. Selain mengagumi keindahan alam ciptaan Tuhan, di kawasan wisata Dago Pakar ini para pelancong pun dapat melihat kolam-kolam ikan berukuran besar yang nampak alami.

Di Kawasan Dago Pakar terdapat pula wisata gua sebagai peninggalan zaman Jepang dahulu. Pada masa lalu gua tersebut digunakan bala tentara Jepang untuk pertahanan. Pembangunannya sendiri dilakukan masyarakat setempat  yang dipekerjakan dengan paksa. Para pengunjung diperkenankan masuk ke dalam gua yang tak begitu panjang cuma terdapat beberapa lorong. Dalam gua sendiri  gelap meski itu pada siang hari, untuk itu di sana banyak persewaan senter. Pengunjung pun bisa membawa sendiri senter dari rumah. Kecuali gua Jepang di kawasan wisata ini pun ditemukan gua yang merupakan peninggalan penjajah Belanda. Di masa lalu gua tersebut digunakan tentara Belanda untuk markas militer, penjara, gudang menyimpan persenjataan dan juga untuk lokasi pembangkit listrik tenaga air. Beberapa ruang dan lorong ditemukan di dalamnya sampai mencapai tebing.

Sementara jika ingin menuju obyek wisata Maribaya para wisatawan masih harus berjalan lebih jauh lagi. Kawasan ini nampak jika dilihat dari atas jembatan yang terdapat di seberang Curug Ciomas. Kecuali Curug Ciomas beberapa air terjun lain pun bisa dinikmati oleh para pengunjung yang datang ke Maribaya ini. Jalan menuju obyek wisata Maribaya para pengunjung bisa mampir dulu ke beberapa kedai yang menjual aneka minuman khas diantaranya adalah Bajigur dan Bandrek. Di kedai-kedai kecil itu pun pengunjung dapat memesan jagung bakar untuk menemani minuman hangat tadi sembari menghilangkan penat setelah berjalan dari Dago Pakar.


www.sebats.com