Langsung ke konten utama

8 Langkah Mengatur Keuangan di Keluarga Agar Selalu Cukup

Pengaturan keuangan di keluarga sangatlah penting untuk Anda perhatikan. Apalagi jika keluarga Anda mempunyai anak sementara penghasilan pas-pasan, maka Anda dan pasangan harus pintar memutar otak untuk bisa mencukupi kebutuhan. Tanpa kemampuan untuk mengaturnya dengan baik, maka bahkan orang yang berkelimpahan sekalipun bisa jatuh dalam lilitan utang yang mencekik. Tahu cara mengatur keuangan yang baik akan sangat bermanfaat bagi keluarga Anda.

Untuk itulah, ini beberapa hal yang harus Anda lakukan:

1. Tentukan target

Apa yang Anda butuhkan sekarang, di waktu dekat ini, dan juga di masa depan? Mempunyai target akan mempermudah Anda untuk tahu ke mana uang akan keluar. Tulis dan bagilah target tersebut menjadi:
- Target jangka pendek (membeli kompor, bayar hutang, dll.).
- Target jangka menengah (bayar kendaraan, dp rumah).
- Target jangka panjang (dana pensiun, dana pendidikan, dan lain-lain dalam waktu 5-10 tahun ke depan).

2. Mengetahui situasi keuangan keluarga

Kumpulkan semua informasi yang berkaitan dengan cash flow atau aliran keuangan milik keluarga, sehingga Anda tahu berapa pendapatan, pengeluaran, dari mana, dan untuk apa saja. Beberapa tipsnya:
- Hitung pendapatan dengan melihat slip gaji, dikurangi pajak, tagihan bulanan, asuransi, pensiun, dll.
- Hitung pengeluaran Anda setiap bulannya, pertama mulai dari pengeluaran tetap bulanan seperti tabungan, uang sekolah, bayar pinjaman, dll. ditambah dengan pengeluaran tak tetap seperti tagihan, uang belanja, dll.
- Kurangi pendapatan dengan pengeluaran, hitung sisanya, dan simpan untuk darurat.

Baca juga: Raih Hidup Lebih Bahagia dengan Melakukan Hal-hal Ini


Mengatur Keuangan di Keluarga

3. Buat anggaran keuangan

Jika ini adalah saat pertama Anda membuat anggaran keuangan, maka gunakan pendapatan dan pengeluaran yang Anda tulis sebelumnya sebagai panduan. Buatlah budget bulanan berdasarkan pengeluaran yang sebelumnya, dan sesuaikan dengan kondisi.

4. Buat prioritas

Setiap bulan, buatlah prioritas untuk apa saja uang akan digunakan. Keperluan seperti membayar hutang, sewa rumah, tagihan, biaya sekolah, uang belanja, semua itu harus berada di atas. Sementara hal-hal lain bisa diletakkan di bawah.

5. Prioritaskan pembayaran hutang

Jika Anda ternyata mempunyai hutang yang masih cukup banyak, maka selalu prioritaskan untuk membayarnya terlebih dahulu. Lakukan ini begitu Anda atau pasangan menerima gaji, dan atur biaya hidup Anda sebulan dengan sisa gaji yang ada. Hal ini akan mencegah cicilan semakin besar karena bunga yang terus menumpuk.

6. Membedakan antara keperluan dan keinginan

Bedakan pengeluaran Anda antara kebutuhan pokok dan keinginan Anda sendiri. Membeli bahan makanan dan membayar tagihan tiap bulan adalah keperluan yang tak terhindarkan, tetapi makan di luar, membeli rokok, mengemil, dll. adalah keinginan yang bisa dikurangi.

7. Catat pengeluaran

Catat segala pengeluaran yang dilakukan oleh keluarga Anda, sampai sekecil-kecilnya. Simpan pula bukti seperti nota, bon, karcis, dll. untuk memudahkan proses pencatatan.

8. Tabung sisa uang yang ada

Jika Anda telah menghitung selisih antara pendapatan dan pengeluaran yang Anda punya, saatnya sekarang Anda menyimpannya. Jangan sentuh simpanan itu kalau Anda tidak sangat membutuhkannya, gunakan jika Anda berada dalam keadaan darurat.

Jika Anda melakukan 8 langkah di atas, maka Anda tidak akan mengalami kesulitan keuangan yang berarti, dan bahkan masih memiliki sisa untuk bisa bersantai dan bersenang-senang dengan keluarga. Anda juga tidak perlu menguras tabungan habis-habisan atau meminjam demi tujuan seperti membeli kendaraan karena Anda sudah memasukkannya dalam rencana keuangan keluarga.

Komentar