Langsung ke konten utama

Intel 'Bikin' Smartphone Rp1 Jutaan di Tahun 2015

Intel Indonesia membuka trend tehnologi yg akan nampak th. depan. Terkecuali menuturkan tentang Internet of Things, company jua membuka kemunculan product smartphone baru memakai basis 'Intel Sofia'.

Company mensupport kemunculan product smartphone teranyar yg di bandrol bersama tarif Rp1 jutaan. Smartphone itu menggunakan tehnologi chip dari Intel.

Harry K Nugraha, Country Manager Intel Indonesia, di Jakarta, Selasa (16/12/2014), menyampaikan bahwasanya pada 2015 bakal jadi pertandingan untuk product smartphone serta tablet. " Terdapat banyak tehnologi yg kamu announce, ada entry level processor, yg diberi nama Sofia, " ungkap Harry pada wartawan.

intel smartphone


Processor mobile tersebut bakal membikin piranti smartphone dapat di bandrol tidak mahal tanpa ada meremehkan kwalitas penampilan. Beritanya, smartphone bersama Intel Sofia bakal di bandrol dibawah tarif USD100 ataupun sekira Rp1 jutaan.

" Dia mempunyai kekuatan mumpuni sampai (support) LTE. Kamu jua menargetkan untuk product affordable (tercapai), " imbuhnya.

Harry sendiri baru diangkat jadi Country Manager Intel Indonesia serta diperkenalkan pada 26 November 2014. Pada awal mulanya ia menjabat selaku Director Channel Sales Intel Indonesia.

Pada acara Bincang Akhir Th. : 'Prediksi Tehnologi untuk Th. 2015', Harry jua mengungkap support company pada jaringan 4G. Ia menyampaikan, Intel sudah mempunyai modem yg mensupport 4G. Piranti tersebut telah mensupport LTE kelompok VI sampai 300 Mbps dan dukungan carrier aggregation.

Th. depan, company bakal menaikkan ruang baru, bukan sekedar pada bisnis processor tablet serta smartphone dan server, namun jua mensupport Internet of Things (IoT).

Perkiraan Intel berkenaan perubahan IoT th. depan di dukung bersama data dari International Data Corporation (IDC) yg memperkirakan bahwasanya pasar global untuk piranti yg mengambil IoT bakal tumbuh jadi dari USD1, 9 triliun pada 2013 jadi USD7, 1 triliun pada 2020.

IDC jua membuka, piranti yg terhubung bakal membikin ekosistem IoT diprediksikan tumbuh jadi 200 miliar pada 2020. IDC memperkirakan volume data didunia tersebut bakal jadi tambah 2 kali lipat tiap-tiap 2 th., alhasil pada 2020 nilai data meraih 44 zettabytes ataupun 44 triliun gigabyte.

“Intel selalu jadi pendorong inovasi lokal di Indonesia. Kamu mesti bisa memakai momentum Jaman of Integration tersebut bersama sebaik-baiknya. Untuk Intel, kuncinya ialah terdapatnya product inovatif dan menggalang kerjasama beberapa designer, engineer, serta pengusaha di Indonesia.

Komentar