Langsung ke konten utama

Netter Indonesia Selalu ingin Update dan Gila Chatting

HandPhone Aplikasi Gadget - Survei yang dilakukan baru-baru ini oleh Ericsson ConsumerLab SouthEast Asia Gt Oceania menemukan fakta-fakta menarik tentang perilaku pengguna internet mobile di Indonesia. Ketika Ericsson mengemukakan pertanyaan apakah penting bagi responden untuk selalu dapat terhubung dimanapun mereka berada, 66% responden menyatakan setuju. Angka tersebut ternyata lebih besar dibanding angka rata-rata responden di seluruh dunia yang hanya mencapai 47%.

Selanjutnya, 9% responden di Indonesia menyatakan bahwa interaksi virtual sama pentingnya dengan bertatap muka atau bertemu langsung. Secara global, 16% orang setuju dengan pernyataan tersebut.
"Apakah penting untuk selalu update dengan berita-berita terbaru?" 49% persen orang Indonesia menjawab ya. Yang menarik, angka ini lebih tinggi dari prosentase global sebesar 45%.

Pengguna internet mobile di Indonesia juga sudah mulai merasakan ketergantungannya terhadap akses internet. 25% responden Indonesia menyatakan pentingnya untuk selalu mendapatkan koneksi internet dimanapun mereka berada. Sedangkan survei global menghasilkan angka setuju terhadap pernyataan tersebut sebesar 33%. Penggunaan layanan Over The Top di PonseL, Global: 33%, Indonesia: 25%

Survei yang dilakukan oleh Ericsson ConsumerLab juga mengemukakan beberapa perilaku tentang pengguna . mobile di Indonesia. Ericsson yang pada survei ini membagi pengguna smartphone dengan ponsei biasa. Tentu beberapa pembaca sudah bisa menebak, aktifitas apa saja yang paling banyak dilakukan oleh pengguna seluler di Indonesia.

Ya, separuh lebih atau 56% pengguna ponsei di Indonesia menghabiskan sebagian waktunya untuk melakukan chatting. BBM, Whatsapp, Kakao Talk, Line dan beberapa jenis layanan chatting sangat populer di Indonesia. Tingkat ke'gila'an orang Indonesia terhadap chatting dibuktikan dengan angka yang melebihi prosentase pengguna layanan chatting secara global (44%). Yang menarik, jumlah penonton video youtube via ponsei kini meningkat menjadi 28%. Meski jumlahnya masih sedikit dibanding lingkup global yang angkanya mencapai 47%, namun peningkatannya dari tahun ke tahun cukup signifikan.

Yang masih belum berkembang dan diminati oleh orang Indonesia adalah layanan panggilan internet dan panggilan video. Meski operator dan pelaku industri seluler tanah air sudah mati- matian memperkenalkan kedua layanan tersebut, namun tetap saja tidak hasilnya belum menggembirakan.

Komentar